Indah rencana mu di dalam hidupku.





Kedua, manusia lahir karena kehendak Allah. Tidak ada orang yang lahir karena kehendak sendiri. Kita hidup, berada dan berkembang karena Allah menghendakinya. Ketiga, setiap manusia adalah tempat tinggal Allah. Kitab Suci mengatakan bahwa hati setiap manusia adalah cermin kehadiran Allah sendiri. Kita mengenal Allah melalui kehadiran manusia, terlebih lewat perbuatan-perbuatan baik manusia. Sebaliknya manusia akan tetap bertahan hidup karena bantuan dan rahmat Tuhan. Dalam Mazmur dikatakan bahwa Tuhanlah kekuatan dan tempat berlindung yang kokoh bagaikan bukit batu. Itu berarti tanpa Tuhan , kita bukanlah apa-apa. Tanpa Tuhan hanya ada malapetaka dan bencana. Tanpa Tuhan kita tdk bebas tetapi dikuasai musuh. Perwujutan cinta kepada Tuhan dan sesama telah ditunjukan oleh umat di Tesalonika sebagaimana yang disaksikan oleh Paulus. Segala jenis pemujaan berhala, keterikatan pada benda-benda material telah mereka tinggalkan dan kembali melayani Tuhan dan sesama. Mereka tdk memiliki harapan lain selain pada Allah sendiri. Harapan ini mereka wujudkan dalam kadatangan Yesus dalam kemuliaan-Nya nanti.Kesaksian hidup umat Tesalonika tentang mengasihi Tuhan dan sesama sangat relevan dengan kondisi kita sekarang ini.
Permasalahan yang kita lihat, dengar dan alami setiap hari sebenarnya bersumber dari EGOIS pribadi dan ABSENSI Tuhan dalam hidup kita. Penderitaan, kemiskinan dan kebodohan muncul karena tdk ada lagi SOLIDARITAS ANTAR SESAMA.

Komentar